30 Sep
Yayasan Astra - Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim melestarikan warisan budaya dan mengapresiasi kekayaan tekstil nusantara melalui Lomba Karya Kreasi Nusantara 2025. Lomba ini digelar dengan tema ‘Keindahan dan Keberagaman Kain Tradisional Daerahku’ yang mengajak para sekolah binaan untuk apresiasi kekayaan budaya yang tercermin dalam berbagai jenis kain tradisional khas daerah. Lomba ini menjadi wadah ekspresi bagi siswa dan guru pendamping dari jenjang SD hingga SMA/SMK untuk mengenal, mengolah, dan mencintai kain tradisional khas daerah masing-masing.
Lomba dibagi menjadi empat kategori, yaitu:
Lomba Kain Batik Tulis
Lomba Kain Tenun Sotis
Lomba Kain Tenun Ikat
Lomba Kain Tapis
Peserta dari SDN Tengklik, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Setiap kategori menggambarkan keunikan teknik dan motif khas daerah, serta menunjukkan kreativitas generasi muda dalam mengangkat kembali identitas budaya melalui karya seni tekstil. Proses lomba dimulai sejak April 2025 yang diikuti oleh lebih dari 100 kelompok dari sekolah binaan yang terdiri dari guru dan siswa dari berbagai penjuru Indonesia.
Peserta dari SDN 1 Wonodadi, Tanjungsari, Lampung Selatan
Penilaian tahap pertama dilakukan pada 6-8 Agustus 2025 oleh Pemilik Yayasan Batik Indonesia Tumbu Ramelan, Pengurus Yayasan Batik Indonesia Indira Hadi, Pengusaha UMKM Tenun Indari Umiyasih dan Sondang Maria Pasaribu, Dewan Kesenian Lampung Bagus Syaifuddin dan Wika Tri Widiyanti.
Puncaknya, pengumuman pemenang akan digelar pada 27 Agustus 2025. Lomba ini merupakan ajang kompetisi yang merayakan keindahan, keberagaman, dan semangat pelestarian budaya Indonesia dari tangan-tangan kreatif generasi muda.